Nama : Samsul
Rizal.
Nim : 320902736.
Fak/jur :Ushuluddin/ Pebandingan Agama.
“KETIKA SETAN
MENGANGGUR”
Kemewahan
dapat menghancurkan bangsa-bangsa, mengiringi manusia untuk menjauhkan diri
dari akhlak mulia, lebih dekat kearah malapetaka. Sedangkan, sikap dan cara
yang sederhana, baik di tempat makan-minum, dalam berpakaian, berbicara, dan
bermu’amalat, akan menguatkan umat. Menganggur dan malas adalah penyakit yang
membahayakan masyarakat dan merendahkan martabat manusia. Perilaku korupsi,
kulusi, dan nepotessme, kekerasan antara warga, dan tindak kriminal yang
semakin meluas selama masa reformasi di negeri ini, banyak dilakukan oleh
mereka yang pernah mengikuti pendidikan dan yang memiliki jabatan tinggi. Ini
adalah suatu bukti bahwa pendidikan akhlak dan tauhid belum benar-benar
difungsikan.
Dunia
semakin maju dan Ilmu pengetahuan (Iptek) semakin berkembang, berbagai macam
alat diciptakan mulai dari mesin potong rumput, mesin potong rambut, sampai media elektronik, internet, hand phone, SMS, chatting
dan sebagainya untuk meringankan manusia melakukan pekerjaannya. Mungkin,
banyak manusia merasa senang dan bangga
dengan perkembangan dunia pada masa sekarang. memang sangatlah wajar kita bangga sehingga lupa akan hal lainnya. Tampa sadar ternyata dunia setan juga
memiliki banyak keringan-keringanan. Bahkan mungkin, lagi menunggu masa untuk
pensiunan dalam melakukan pekerjaannya untuk menggoda manusia dan mungkin pada
saat-saat itulah para setan berpesta-fora atau bertamasya.
Persoalan
ekonomi dan materi terkadang membuat umat bertukar akidah dengan mudahnya, keimanan umat
sangat rapuh dan mudah terombang-ambing hanya karena embel-embel tertentu.
Mereka rela mengadaikan Agama, demi kebutuhan sandang dan pangan, manusia
bersedia melakukan sesuatu walaupun berakibat buruk sekalipun. Sebagian manusia
menghalalkan segala cara untuk dapat meraih sesuatu yang ingin dia miliki,
mulai dari cara mendapatkan seorang gadis, kadang-kadang harus menjumpai para
ahli satet (dukun) apalagi untuk mendapatkan harta, jabatan, dan pangkat. Nah,
inilah tanda-tanda setan kehilangan pekerjaannya dalam artian kata minta untuk
pensiunan. Agama dasar pedoman kita, tapi sebagian manusia tampa menyadari,
menjadikan agama sebagai salah satu alat
untuk meraih cita-citanya. Banyak partai-partai yang berbasis Islami menyatakan
akan mensejahterakan dan memakmurkan rakyat, tapi kenyataannya dilingkungan
rakyat banyak yang mengemis dan terlantar, bahkan di tanyangkan dalam televisi
ada yang bunuh diri karena takut kelaparan.
Jika dilihat idealitas dasar, politik adalah
untuk kepentingan bersama yakni
memakmurkan dan mensejahterakan rakyat tapi kanyatanyaannya sudah
menjadi suatu kepentingan pribadi para politisi/politikus. Setelah mendapatkan
jabatan yang tinggi dan disegani serta dihormati oleh rakyatnya, sebagian dari mereka
menjadi angkuh dan melakukan perbuatan-perbuatan sesuai dengan keinginan mereka
sendiri seperti korupsi, dengan tujuan agar mereka cepat menjadi orang kaya dan
bisa menjabat lagi untuk tahun yang seterusnya.
Harta
yang diperoleh dari hasil korupsi, mereka bisa bergaya, berfoya-foya dan dengan
gampangnya, bisa membeli mobil mewah, membuat rumah yang megah, dan membeli makanan
lezat serta bergizi, dan sebagainya
untuk keperluan dirinya sendiri. Mereka berani melakukan perbuatan yang
diharamkan oleh Allah. Karupsi itu sama dengan mencuri harta orang lain, bahkan
korupsi lebih menganiaya dan menyiksa rakyat. Inilah ciri-ciri manusia yang
rugi. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Demi masa. Sesungguhnya
manusia berada dalam kerugian”. Imam Al-Baihaqi menceritakan dalam kitapnya Syu’ab
Al-Iman tentang sebuah hadits “jika
seorang manusia beribadah maka setan/iblis berkata”, “lihatlah darimana sumber
makanannya, kalau ternyata sumber makanannya hasil dari perbuatan yang haram
maka biarkan saja ia beribadah dan tidak usah capek-capek menggodanya karena
dia sudah meringankan tugas kalian. Iblis tahu bahwa makanan haram akan membuat
ibadah seseorang tertolak, jadi mereka (Iblis) tidak perlu lagi repot-repot
menggodanya.
Hakikatnya,
kita sudah mengetahui tentang uraian ini, tapi jadikanlah tulisan ini sebagai
pemberitahuan ulang untuk kita. Semoga bermanfaat terutama bagi penulis serta
bagi kita para pembacanya.
Wallahul muwafiq ila aqwanith thariq..
Wassalam wr... wb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar