Minggu, 10 April 2016

KETIKA SETAN MENGANGGUR



Nama        : Samsul Rizal.                                 
 Nim           : 320902736.
Fak/jur     :Ushuluddin/ Pebandingan Agama.

“KETIKA SETAN MENGANGGUR”
Kemewahan dapat menghancurkan bangsa-bangsa, mengiringi manusia untuk menjauhkan diri dari akhlak mulia, lebih dekat kearah malapetaka. Sedangkan, sikap dan cara yang sederhana, baik di tempat makan-minum, dalam berpakaian, berbicara, dan bermu’amalat, akan menguatkan umat. Menganggur dan malas adalah penyakit yang membahayakan masyarakat dan merendahkan martabat manusia. Perilaku korupsi, kulusi, dan nepotessme, kekerasan antara warga, dan tindak kriminal yang semakin meluas selama masa reformasi di negeri ini, banyak dilakukan oleh mereka yang pernah mengikuti pendidikan dan yang memiliki jabatan tinggi. Ini adalah suatu bukti bahwa pendidikan akhlak dan tauhid belum benar-benar difungsikan.
Dunia semakin maju dan Ilmu pengetahuan (Iptek) semakin berkembang, berbagai macam alat diciptakan mulai dari mesin potong rumput, mesin potong rambut, sampai media elektronik, internet, hand phone, SMS, chatting dan sebagainya untuk meringankan manusia melakukan pekerjaannya. Mungkin, banyak manusia  merasa senang dan bangga dengan perkembangan dunia pada masa sekarang. memang sangatlah wajar kita bangga sehingga lupa akan hal lainnya. Tampa sadar ternyata dunia setan juga memiliki banyak keringan-keringanan. Bahkan mungkin, lagi menunggu masa untuk pensiunan dalam melakukan pekerjaannya untuk menggoda manusia dan mungkin pada saat-saat itulah para setan berpesta-fora atau bertamasya.
Persoalan ekonomi dan materi terkadang membuat umat bertukar akidah dengan mudahnya, keimanan umat sangat rapuh dan mudah terombang-ambing hanya karena embel-embel tertentu. Mereka rela mengadaikan Agama, demi kebutuhan sandang dan pangan, manusia bersedia melakukan sesuatu walaupun berakibat buruk sekalipun. Sebagian manusia menghalalkan segala cara untuk dapat meraih sesuatu yang ingin dia miliki, mulai dari cara mendapatkan seorang gadis, kadang-kadang harus menjumpai para ahli satet (dukun) apalagi untuk mendapatkan harta, jabatan, dan pangkat. Nah, inilah tanda-tanda setan kehilangan pekerjaannya dalam artian kata minta untuk pensiunan. Agama dasar pedoman kita, tapi sebagian manusia tampa menyadari, menjadikan agama  sebagai salah satu alat untuk meraih cita-citanya. Banyak partai-partai yang berbasis Islami menyatakan akan mensejahterakan dan memakmurkan rakyat, tapi kenyataannya dilingkungan rakyat banyak yang mengemis dan terlantar, bahkan di tanyangkan dalam televisi ada yang bunuh diri karena takut kelaparan.
 Jika dilihat idealitas dasar, politik adalah untuk kepentingan bersama yakni  memakmurkan dan mensejahterakan rakyat tapi kanyatanyaannya sudah menjadi suatu kepentingan pribadi para politisi/politikus. Setelah mendapatkan jabatan yang tinggi dan disegani serta dihormati oleh rakyatnya, sebagian dari mereka menjadi angkuh dan melakukan perbuatan-perbuatan sesuai dengan keinginan mereka sendiri seperti korupsi, dengan tujuan agar mereka cepat menjadi orang kaya dan bisa menjabat lagi untuk tahun yang seterusnya.
Harta yang diperoleh dari hasil korupsi, mereka bisa bergaya, berfoya-foya dan dengan gampangnya, bisa membeli mobil mewah, membuat rumah yang megah, dan membeli makanan  lezat serta bergizi, dan sebagainya untuk keperluan dirinya sendiri. Mereka berani melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Karupsi itu sama dengan mencuri harta orang lain, bahkan korupsi lebih menganiaya dan menyiksa rakyat. Inilah ciri-ciri manusia yang rugi. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian”. Imam Al-Baihaqi menceritakan dalam kitapnya Syu’ab Al-Iman tentang sebuah hadits  “jika seorang manusia beribadah maka setan/iblis berkata”, “lihatlah darimana sumber makanannya, kalau ternyata sumber makanannya hasil dari perbuatan yang haram maka biarkan saja ia beribadah dan tidak usah capek-capek menggodanya karena dia sudah meringankan tugas kalian. Iblis tahu bahwa makanan haram akan membuat ibadah seseorang tertolak, jadi mereka (Iblis) tidak perlu lagi repot-repot menggodanya.
Hakikatnya, kita sudah mengetahui tentang uraian ini, tapi jadikanlah tulisan ini sebagai pemberitahuan ulang untuk kita. Semoga bermanfaat terutama bagi penulis serta bagi kita para pembacanya.
 Wallahul muwafiq ila aqwanith thariq..
 Wassalam wr... wb...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar