Rabu, 13 April 2016

SIKAP PENGGUNA JALAN RAYA



 SIKAP PENGGUNA JALAN RAYA
Pada hari minggu saya keliling Kota Banda Aceh yang kita cintai dan dikenal dengan sebutan Seuramoe Mekkah, pada hari itu saya mengendrai sepeda motor bersama kawan-kawan di  jalan raya. Saya melihat di simpang jambo tape ada nya salah satu aturan untuk  menggunakan jalan raya yaitu traffic light, dan ada juga di beberapa tempat lainnya, traffic light merupakan lambang peraturan berlalu lintas. Di traffic light itu terdapat tiga lampu yaitu merah, kuning, hijau. Merah merupakan lambang untuk berhenti, kuning berjaga-jaga dan hijau untuk lambang bisa melewati jalan raya tersebut.
Jadi pada saat itu saya melihat ada yang mematuhi dan ada juga yang tidak mematuhi peraturan tersebut. Orang-orang yang mematuhi  peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah dalam UU berlalu lintas maka mereka telah mencerminkan orang-orang berakhlak mulia. Rasulullah Saw senang terhadap orang-orang yang mematuhi peraturan-peraturan yang di tetapkan pemerintah yang  tidak bertentangan dengan Al-qur’an dan Hadist. Orang-orang yang berakhlak mulia akan menunggu sampai lampu hijau nyala yang merupakan lambang untuk kita melewati bersama-sama, tampa ada suara klakson ataupun suara lain nya...sip x nheeeeeeeee..nyaman lhoooooooo....!!
Sedangkang orang-orang yang tidak mematuhi peraturan tersebut merupakan orang-orang yang berakhlak tercela karena meraka tidak menyadari apa yang akan terjadi terhadap yang di lakukan nya. Seperti  yang ditahui bersama dan saya melihat dengan mata kepala pada waktu itu di simpang jambo tape  Sungguh sangat banyak pemuda-pemudi yang melanggar perturan lalu lintas di bandingkan orang-orang dewasa dan orang tua. Meraka masih berdarah panas dan tidak ada kesabaran serta kesadaran dalam diri mereka, maka sangat banyak hal-hal yang fatal terjadi di dalam berlalu lintas baik di simpang jambo tape maupun di tempat yang lainnya.seperti kemacetan, trabrakan, suara klakson gak sanggup di dengar, bahkan ada yang troma dan syokk gara-gara klakson tersebut. Sehingga ada yang terburu-buru dalam mengtransfer gigi kereta maupun mobil dan ada yang tak sengaja menekan gas dengan kencang sehingga terjadilah trabrakan dan ada yang jatuh sendiri karena kaget melihat suasana pada tempat tersebut.eeeeeeeeemmmmmmmmmm sayang yaeeeeeeeeeeee..!!!!!!!!!
Simpang jambo tape sebagai sampel bagi saya, di sini saya melihat apabila tidak ada polisi sebagai penjaga/penegak peraturan tersebut maka mereka melawati jalan raya tampa mematuhi peraturan lalu lintas jadi mereka tidak melihat trafik light apakah lampu hijau atau bukan mereka tetap melintasi jalan tersebut, dengan demikian terjadilah kemacetan dan tabrakan. Walapun demikian masih sangat banyak orang-orang yang tidak mematuhi peraturan berlalu lintas karena barang kali telah ditutup hati nya oleh Allah SWT serta dalam diri mereka tidak ada rasa menghargai dan menghormati antara satu sama lain baik antara sesama agama maupun sesama beragama.
Nah. Dengan demikian, dapat katakan Akhlak merupakan suatu karakter yang terdapat pada diri/jiwa seseorang serta dapat dilihat pada sikap, tingkah laku, dan kepribadiannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Lalu lintas merupakan sebuah peraturan yang berlaku dan di sepakati oleh pemerintah dalam Negara Indonesia serta Negara lainnya untuk menciptakan kemakmuran dalam menggunakan jalan raya. lho..lho... kok kita lupa ya..?? padahal untuk kemakmuran dan keteraturan dalam lalu lintas serta untuk keselelamatan. Maka dengan pernyataan di atas marilah  sama-sama menaati dan mematuhi peraturan-peraturan tersebut demi keselamatan bersama Dan marilah  semua untuk saling menghargai serta menghortmati dengan cara tertanamnya rasa kesabaran dan kesadaran pada diri sendiri. Okey ..okey...siiiippppppp dheeeehhhhhhhhhhh.

Prakata


Dan seandainya pohon-pohon dibumi menjadi pena
Dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya Tujuh laut(bumi)
sesudah (keringnya), niscaya Tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. S. Lukman ayat 27)

Dengan cinta, hidup kita jadi gairah,
Dengan Ilmu,, hidup kita jadi mudah dan Dengan iman, hidup kita jadi terarah.
Alhamdulillah,,, Segala puji bagi Allah SWT, dengan segala ketulusan hati Kupersembahkan karya tulis ini kehadapan yang mulia tercinta atas perjuangan dan pengorbanan membuat hidupku penuh arti.

Ayahanda tercinta Syafruddin (Alm), Tetesan darahmu yang slalu mengalir dalam
tubuh ini merupakan kasih sayang tampa noda yang engkau tinggalkan untuk anakmu yang terakhir ini.
Ibunda tercinta Surdian, Tetesan keringat dan do’a yang engkau berikan Merupakan
permata yang tak ternilai harganya. Petualimu adalah pelita yang selalu menerangi jalanku Dorongan hidup yang selalu engkau berikan kepada  ananda Menjadi cambuk yang mendera
Ananda untuk berhasil menggapai cita-cita kecilku.

Keluargaku adalah kebanggaanku (Love familly), terimalah kalimat Terimakasih adik kecilmu ini Wahai Kakakku Muliani (Alm), abangku (Azhar-Erna wati, S. Pd. I), abangku
(Hadian Syahputra-Lani Ribowo) dan kakaku (Erna Dewi-Samsul Bahri(ALM)
Serta keponakanku (deni, depi (Alm), harif, azrina, Asyraf, agus, nazwa, munira, akmal)
Yang telah banyak membantu dalam setiap langkah demi keberhasilanku.
Terimakasih kepada pendampingku yang slalu meluangkan waktunya untuk menyelesaikan karya tulis ini. “berkasih-sayanglah pesan kedua orang tua”

Kini daku hanya mampu berdoa, bersyukur dan tafakur Kepadamu Ya Rabbi,
Sembah Sujudku  hanya kepada-Mu, semoga hari esok yang membentang didepanku bersama rahmat dan ridha-Mu Ya Allah. Semga Ilmu ini bermanfaat di sepanjang kehidupanku.

Samsul Rizal, S. Th. I   /  28-08-2015

Psikologi Agama


Samsul Rizal S.Th.I
 
Psikologi Agama-II                                                               
1.      Perbedaan antara psikologi Islam dan psikologi Islami ?
a.       Psikologi Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa manusia agama Islam, kaidah-kaidah Islam dan segi sosial Islam. Seperti perbedaan-perbedaan pada syariah, pertentangan-pertentangan sejarah dan lebih fokus pada ilmu psikologi bukan pada ajaran Islamnya. Dan dapat dipelejari oleh berbagai golongan. Psikologi Islam dipandang sebagai cara pandang, pola berfikir atau sistem pendekatan dalam menkaji psikologi. Psikologi Islam merupakan suatu keutuhan cara berfikir dalam memahami universalitas ajaran Islam di tinjau dari sudut pandang psikologis atau kajian/studi Islam yang berhubungan dengan aspek-aspek perilaku kejiwaan manusia, agar secara sadar ia dapat membentuk kualitas diri yang lebih sempurna dan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.[1]
b.      Psikologi Islami adalah suatu ilmu kejiwaan yang berdasarkan ajaran agama Islam, lebih menitik berakatkan ke Islamnya bukan ke ilmu psikologi. Psikologi Islam merupakan konsep psikologi modern yang didalamnya terdapat wawasan Islam. Ilmu ini juga membicarakan tentang manusia, terutama masalah kepribadian manusia yang bersifat filsafat, teori, metodelogi dan pendekatan problem dengan didasari sumber-sumber formal Islam (al-Qur’an dan Hadist), akal, indera dan ilustrasi dan lebih cenderung dibaca oleh sesama muslem.
2.              2. Jelaskan konsep manusia menurut 4 mazhab ?
a.       Psikologi analisis, manusia adalah homo valens, yakni makhluk yang dikendalikan oleh alam bawah sadarnya, makhluk yang sakit mental, memiliki insting hewani. Menurut teori ini perilaku manusia merupakan hasil interaksi dari tiga pilar id, ego, super ego, yakni komponen biologis, psikologis dan sosial.
b.      Psikologi beheviorestik, manusia adalah homo mechanicus (mesin/robot). Manusia ini dapat dibentuk/dilatih. Menurut teori ini perilaku manusia bukan dikendalikan oleh faktor dalam alam bawah sadar tetapi sepenuhnya dipengaruhi oleh lingkungan yang nampak, terukur, dapat diramal dan dapat dilukiskan. Manusia tidak dipersoalkan apakah baik atau tidak, tetapi ia sangat plastis, bisa dibentuk menjadi apa dan siapa sesuai dengan lingkungan yang dialami atau yang dipersiapkan untuknya.
c.       Psikologi humanistik, manusia adalah makhluk homo ludens, memandang manusia sebagai eksistensi yang positif dan menentukan. Manusia adalah makhluk yang unik, memiliki cinta, krestifitas, nilai dan makna serta pertumbuhan pribadi. Manusia yang mengerti makna kehidupan.
d.      Psikologi transpersonal, manusia adalah makhluk spiritual. Pakar ahli psikologi Barat memandang bahwa manusia adalah makhluk spiritual yang memahami jiwa sebagai alat untuk mengatur segala tindakan melalui proses pemikiran. Mereka memandang otak sebagai hal yang dapat menyelesaikan masalah dan dapat dibentuk sesuai dengan keinginan sendiri. Jiwa itu proses otak material. Pakar ahli psikologi Timur manusia adalah makhluk spiritual, yang menyakini bahwa jiwa dan raga sebagai pemberian Allah, jiwa/roh itu bersifat immaterial.[2]
Menurut John Davis, psikologi transpersonal bisa diartikan sebagai ilmu yang menghubungkan psikologi dengan spiritualitas. Psikologi transpersonal merupakan salah satu bidang psikologi yang mengintegrasikan konsep, teori dan metode psikologi dengan kekayaan-kekayaan spiritual dari bermacam-macam budaya dan agama. Konsep inti dari psikologi transpersonal adalah nondualitas (nonduality), suatu pengetahuan bahwa tiap-tiap bagian (misal: tiap-tiap manusia) adalah bagian dari keseluruhan alam semesta. Penyatuan kosmis dimana segala-galanya dipandang sebagai satu kesatuan. Menurut Maslow pengalaman keagamaan. psikologi belum sempurna sebelum memfokuskan kembali dalam pandangan spiritual dan transpersonal. Psikologi transpersonal lebih menitikberatkan pada aspek-aspek spiritual atau transcendental diri manusia.[3]
3.      Bandingkan keunggulan mazhab psikologi dan konsep manusia dalam Islam?
 Islam memandang manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki keunikan dan keistimewaan tertentu, sebagai salah satu makhluk-Nya, karakteristik eksistensi manusia harus dicari dalam relasi dengan Sang pencipta dan makhluk-makhluk Tuhan lainnya, yaitu: antara hubungan manusia dengan Sang Pencipta, dengan beribadah kepada-Nya atau menjadi ingkar dan syirik kepada-Nya.[4] Manusia menurut terminologi al-Qur’an dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, manusia disebut “al-basyar” berdasarkan pendekatan aspek biologisnya, manusia dilihat sebagai makhluk biologis yang memiliki dorongan primer (makan, minum, hubungan seksual), sedangkan dilihat dari fungsi dan potensi yang dimilikinya. Manusia disebut “al- Insan” konsep ini menggambarkan fungsi manusia sebagai penyandang khalifah Allah yang dikaitkan dengan proses penciptaan dan pertumbuhan serta perkembangannya. Konsep ini juga menunjukkan potensi yang dimiliki manusia seperti untuk mengembangkan Ilmu, menggambarkan sifat-sifat dan tanggung jawab manusia seperti lupa, khilaf, tergesa-gesa, suka membantah, kikir dan tidak bersyukur. Namun kepada-Nya tanggung jawab untuk berbuat baik dan  manusia juga untuk menggambarkan aspek spiritual yang dimilikinya. Manusia disebut “an-nas” yang umumnya dilihat dari sudut pandang hubungan sosial yang dilakukannya, selain sebagai  makhluk sosial, manusia juga dibebankan tanggung jawab sosial, baik dalam bentuk ungkapan sosial yang paling kecil (keluarga) maupun yang lebih besar seperti masyarakat, eknis dan bangsa, dalam bentuk pengertian umum al-Qur’an menyebut manusia sebagai “Bani Adam” konsep ini untuk menggambarkan nilai-nilai universal perbedaan jenis kelamin, ras, suku bangsa ataupun aliran kepercayaan masing-masing. Konsep ini menggambarkan tentang kesamaan dari persamaan manusia yang tampak lebih ditekankan pada aspek fisik.[5]
 Sebagaimana diketahui bahwa setiap mazhab itu memiliki kegunggulan dan kekurangan tersendiri yang bersesuaian dengan pandangannya masing-masing. Keempat mazhab itu menjelaskan tentang manusia dengan cara yang berbeda-beda seperti yang telah dijelaskan pada jawaban di atas. Keempat mazhab itu melihat manusia sebagai makhluk yang dapat dipamami berdasarkan psikisnya, realitas yang terjadi dalam dunia nyata. Mereka tidak menyakini sesuatu hal yang di luar pemikirannya bahkan salah satu mazhab tersebut menyakatan bahwa manusia dapat menentukan segalanya atau manusia mengerti makna kehidupan. Jika dibandingkan keempat mazhab tersebut dengan konsep manusia dalam Islam maka akan terdapatkan perbedaan-perbedaan karena Islam tidak mengklasifikasikan manusia itu sebagai makhluk sakit mental, mesin dan manusia yang menemtukan kehidupan serta spiritual suatu proses otak material. Islam menyatakan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki keunikan dan keistimewan tertentu, seperti yang telah diuraikan di atas. Tokoh psikologi Timur mengartikan jiwa/roh bersifat immaterial. Penulis merujuk kepada sebuah pendapat Al-Grazali tentang Qalbu. Qalbu memiliki dua arti yaitu fisik dan metafisik, qalbu dalam arti fisik adalah jantung yang berupa segumpal daging berbentuk lonjong, sedangkan dalam arti metafisik dinyatakan sebagai karunia Tuhan yang halus bersifat ruhaniah dan ketuhanan yang mempunyai hubungan dengan jantung. Qalbu yang halus dan indah inilah hakikat kemanusiaan yang mengenal dan mengetahui segalanya, serta menjadi sasaran perintah, cela, hukuman dan tuntutan Tuhan.


[1] Abdul Mujib, Kepribadian Dalam Psikologi Islam (jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), 7.
[2] Abdurrahman Sholeh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam (Jakarta: Kencana 2004), 54.
[3] Jalaluddin Rakhmat dalam Danah Zohar, SQ – Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Hidup ( Jakarta: Mizan, 2000).
[4] Djamaluddin Ancok, Integrasi psikologi dengan Islam (Yogyakarta: Yayasan Insan Kamil, Pustaka pelajar, 1995), 54.
[5] Jalaluddin, Psikologi Agama (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004), 50.

Minggu, 10 April 2016

KETIKA SETAN MENGANGGUR



Nama        : Samsul Rizal.                                 
 Nim           : 320902736.
Fak/jur     :Ushuluddin/ Pebandingan Agama.

“KETIKA SETAN MENGANGGUR”
Kemewahan dapat menghancurkan bangsa-bangsa, mengiringi manusia untuk menjauhkan diri dari akhlak mulia, lebih dekat kearah malapetaka. Sedangkan, sikap dan cara yang sederhana, baik di tempat makan-minum, dalam berpakaian, berbicara, dan bermu’amalat, akan menguatkan umat. Menganggur dan malas adalah penyakit yang membahayakan masyarakat dan merendahkan martabat manusia. Perilaku korupsi, kulusi, dan nepotessme, kekerasan antara warga, dan tindak kriminal yang semakin meluas selama masa reformasi di negeri ini, banyak dilakukan oleh mereka yang pernah mengikuti pendidikan dan yang memiliki jabatan tinggi. Ini adalah suatu bukti bahwa pendidikan akhlak dan tauhid belum benar-benar difungsikan.
Dunia semakin maju dan Ilmu pengetahuan (Iptek) semakin berkembang, berbagai macam alat diciptakan mulai dari mesin potong rumput, mesin potong rambut, sampai media elektronik, internet, hand phone, SMS, chatting dan sebagainya untuk meringankan manusia melakukan pekerjaannya. Mungkin, banyak manusia  merasa senang dan bangga dengan perkembangan dunia pada masa sekarang. memang sangatlah wajar kita bangga sehingga lupa akan hal lainnya. Tampa sadar ternyata dunia setan juga memiliki banyak keringan-keringanan. Bahkan mungkin, lagi menunggu masa untuk pensiunan dalam melakukan pekerjaannya untuk menggoda manusia dan mungkin pada saat-saat itulah para setan berpesta-fora atau bertamasya.
Persoalan ekonomi dan materi terkadang membuat umat bertukar akidah dengan mudahnya, keimanan umat sangat rapuh dan mudah terombang-ambing hanya karena embel-embel tertentu. Mereka rela mengadaikan Agama, demi kebutuhan sandang dan pangan, manusia bersedia melakukan sesuatu walaupun berakibat buruk sekalipun. Sebagian manusia menghalalkan segala cara untuk dapat meraih sesuatu yang ingin dia miliki, mulai dari cara mendapatkan seorang gadis, kadang-kadang harus menjumpai para ahli satet (dukun) apalagi untuk mendapatkan harta, jabatan, dan pangkat. Nah, inilah tanda-tanda setan kehilangan pekerjaannya dalam artian kata minta untuk pensiunan. Agama dasar pedoman kita, tapi sebagian manusia tampa menyadari, menjadikan agama  sebagai salah satu alat untuk meraih cita-citanya. Banyak partai-partai yang berbasis Islami menyatakan akan mensejahterakan dan memakmurkan rakyat, tapi kenyataannya dilingkungan rakyat banyak yang mengemis dan terlantar, bahkan di tanyangkan dalam televisi ada yang bunuh diri karena takut kelaparan.
 Jika dilihat idealitas dasar, politik adalah untuk kepentingan bersama yakni  memakmurkan dan mensejahterakan rakyat tapi kanyatanyaannya sudah menjadi suatu kepentingan pribadi para politisi/politikus. Setelah mendapatkan jabatan yang tinggi dan disegani serta dihormati oleh rakyatnya, sebagian dari mereka menjadi angkuh dan melakukan perbuatan-perbuatan sesuai dengan keinginan mereka sendiri seperti korupsi, dengan tujuan agar mereka cepat menjadi orang kaya dan bisa menjabat lagi untuk tahun yang seterusnya.
Harta yang diperoleh dari hasil korupsi, mereka bisa bergaya, berfoya-foya dan dengan gampangnya, bisa membeli mobil mewah, membuat rumah yang megah, dan membeli makanan  lezat serta bergizi, dan sebagainya untuk keperluan dirinya sendiri. Mereka berani melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Karupsi itu sama dengan mencuri harta orang lain, bahkan korupsi lebih menganiaya dan menyiksa rakyat. Inilah ciri-ciri manusia yang rugi. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian”. Imam Al-Baihaqi menceritakan dalam kitapnya Syu’ab Al-Iman tentang sebuah hadits  “jika seorang manusia beribadah maka setan/iblis berkata”, “lihatlah darimana sumber makanannya, kalau ternyata sumber makanannya hasil dari perbuatan yang haram maka biarkan saja ia beribadah dan tidak usah capek-capek menggodanya karena dia sudah meringankan tugas kalian. Iblis tahu bahwa makanan haram akan membuat ibadah seseorang tertolak, jadi mereka (Iblis) tidak perlu lagi repot-repot menggodanya.
Hakikatnya, kita sudah mengetahui tentang uraian ini, tapi jadikanlah tulisan ini sebagai pemberitahuan ulang untuk kita. Semoga bermanfaat terutama bagi penulis serta bagi kita para pembacanya.
 Wallahul muwafiq ila aqwanith thariq..
 Wassalam wr... wb...